Target-target berbasiskan sains yang dicanangkan ZTE telah diverifikasi SBTi


  • Target-target jangka pendek dan panjang ZTE yang sesuai dengan kriteria nol karbon SBTi, telah diverifikasi
  • ZTE berkomitmen mengurangi emisi GRK lingkup 1 dan 2 secara absolut hingga 52% pada 2030, 90% pada 2040, serta mencapai emisi GRK nol karbon dalam seluruh rantai nilai industri pada 2050

Shenzen, China (ANTARA/PRNewswire)- ZTE Corporation (0763.HK / 000063.SZ), perusahaan terkemuka di dunia yang menyediakan solusi teknologi informasi dan komunikasi, baru saja mengumumkan, target-target berbasiskan sains, yakni menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sesuai dengan ambang batas kenaikan suhu 1,5°C, serta mencapai emisi nol karbon paling lambat pada 2050, telah diverifikasi Science Based Targets initiative (SBTi), serta tercantum dalam dasbor target SBTi. Maka, ZTE menjadi perusahaan TIK berskala besar pertama di Tiongkok yang meraih verifikasi tersebut, baik untuk target penurunan emisi GRK jangka pendek dan panjang, serta tercantum dalam Daftar "CDP A". Hal tersebut menjadi pencapaian penting ZTE untuk mengatasi tantangan iklim dunia.

ZTE aktif merespons tren dekarbonisasi internasional. Sejak 2021, ZTE telah merumuskan strategi kelestarian alam dan rendah karbon berdasarkan inovasi teknologi pintar dan digital dengan mengutamakan empat aspek: Kegiatan Operasional yang Ramah Lingkungan, Rantai Pasok yang Ramah Lingkungan, Infrastruktur Digital yang Ramah Lingkungan, serta Pemberdayaan yang Ramah Lingkungan. Lewat strategi tersebut, ZTE ingin membangun jalur untuk ekonomi digital, serta secara internal mendorong inisiatif ramah lingkungan, dan secara eksternal memberdayakan konservasi energi industri dan penurunan emisi karbon.

Pertama, ZTE telah membuat target berstandar tinggi, sistematis, dan ambisius. ZTE berkomitmen mengurangi emisi GRK lingkup 1 dan 2 secara absolut sebesar 52% pada 2030, 90% pada 2040, serta mencapai emisi GRK nol karbon pada seluruh rantai industri pada 2050.

Kedua, ZTE mengintegrasikan konsep ramah lingkungan dan rendah karbon dalam kegiatan operasional yang terpadu. ZTE tidak sekadar mengutamakan litbang, produksi, dan fasilitas produksi yang menguras banyak energi demi menghemat penggunaan sumber daya dan mengurangi dampak negatif terhadap alam. Di sisi lain, ZTE juga mengintegrasikan kebijakan ramah lingkungan dalam rantai pasok, mengembangkan model emisi, serta meningkatkan kolaborasi dengan mitra-mitra guna menekan emisi karbon secara keseluruhan.

Untuk infrastruktur digital yang ramah lingkungan, ZTE menyasar "energi bersih, TIK yang sangat efisien, serta jaringan berteknologi pintar". ZTE bekerja keras meningkatkan efisiensi dan menciptakan jaringan "nol" karbon. Lebih lagi, ZTE membantu operator telekomunikasi global menghemat 10 miliar kWh listrik setiap tahun dengan memanfaatkan pembangkit listrik fotovoltaik yang pintar, sel bahan bakar hidrogen, sistem pendingin dengan zat cair, konservasi energi dengan AI, serta teknologi mutakhir lain. 

Untuk pemberdayaan yang ramah lingkungan, ZTE telah melansir solusi green precision cloud berdasarkan arsitektur "Digital Nebula". Solusi ini membantu berbagai industri mencapai konservasi energi, menurunkan emisi, serta meningkatkan efisiensi.

ZTE telah membuat pencapaian yang luar biasa dalam pembangunan berkelanjutan. Pada 2023, emisi karbon ZTE berkurang sebesar 9,7% secara tahunan, sedangkan emisi karbon dari kegiatan operasional (lingkup 1&2) menurun 3,0% secara tahunan, serta emisi karbon tidak langsung di sektor hulu dan hilir berkurang 9,8% secara tahunan. Dalam dua tahun terakhir, emisi karbon dari kegiatan operasional ZTE menurun 15,6% secara tahunan. Di sisi lain, intensitas konsumsi energi unit pada konsumsi energi total ZTE meningkat 18,1%, sedangkan kapasitas terpasang pembangkit listrik fotovoltaik yang dibangun dan digunakan ZTE melesat 700%.

Sebagai "Penggerak Ekonomi Digital", ZTE akan terus meningkatkan pembangunan ekonomi hijau dan berkelanjutan global, serta berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim sekaligus merumuskan masa depan bersama masyarakat dunia.

Science-Based Targets initiative (SBTi) adalah inisiatif global yang digagas World Wide Fund for Nature (WWF), Carbon Disclosure Project (CDP), World Resources Institute (WRI), serta United Nations Global Compact (UNGC). SBTi menentukan target penurunan emisi berdasarkan ilmu iklim agar berbagai perusahaan di seluruh dunia mengurangi emisi karbon sesuai dengan Kesepakatan Paris, serta secara kolektif mengatasi tantangan yang ditimbulkan perubahan iklim.

NARAHUBUNG MEDIA:

ZTE Corporation
Communications
Surel: ZTE.press.release@zte.com.cn

Related stocks: HongKong:0763 Shenzhen:000063


Penulis : Adityawarman