PT Timah perluas pasar ekspor ke Filipina dan Inggris


Jakarta (ANTARA) - PT Timah (Persero) Tbk memperluas pasar ekspor logam timah ke Filipina dan Inggris pada 2026 serta membidik Timur Tengah sebagai salah satu sasaran pengembangan pasar pada 2027.

Direktur Produksi dan Komersial PT Timah Ilhamsyah Mahendra mengatakan perseroan terus memperluas pasar global seiring perkembangan permintaan timah di sejumlah negara.

“Untuk pasar global, untuk informasi tahun 2026 ini PT Timah sudah melakukan perluasan,” kata Ilhamsyah dalam konferensi pers Public Expose Live 2026 secara daring, di Jakarta, Kamis.

Ia menyebutkan bahwa Filipina menjadi salah satu pasar baru perseroan di kawasan Asia, sedangkan perluasan pasar ke Inggris menyasar pelanggan di Southampton.

Selain membuka pasar baru, PT Timah mencatat peningkatan porsi penjualan di sejumlah pasar yang telah ada, terutama India.

“Utamanya India yang signifikan, yang tadinya kontribusi market share India untuk pasar PT Timah hanya 5 persen, tahun ini tumbuh 12 persen,” ujar Ilhamsyah.

Menurut dia, peningkatan porsi pasar India antara lain sejalan dengan berkembangnya industri telepon seluler dan semikonduktor di negara tersebut. Perseroan juga mencatat pertumbuhan volume penjualan di Vietnam.

Berdasarkan laporan penjualan internal PT Timah periode Januari-Juni 2026, sebanyak 97 persen pemasaran logam timah perseroan ditujukan ke pasar ekspor, sedangkan pasar domestik memiliki porsi 3 persen.

Asia menjadi kawasan pemasaran terbesar dengan porsi 75 persen. China menyumbang 35 persen, disusul India dan Jepang masing-masing 12 persen, Korea Selatan 11 persen, Taiwan 3 persen, serta Filipina dan Vietnam masing-masing 1 persen.

Sedangkan Eropa memiliki porsi 19 persen, terdiri atas Belanda 9 persen, Italia 5 persen, serta Slovakia, Belgia, Hungaria, Turki, dan Inggris masing-masing 1 persen. Pasar Amerika memiliki porsi 3 persen.

Ilhamsyah mengatakan perseroan akan melanjutkan perluasan pasar ekspor pada 2027. Salah satu kawasan yang menjadi sasaran adalah Timur Tengah setelah rencana pengembangan pasar ke kawasan tersebut pada 2026 tertunda.

“Dan tentu Middle East menjadi pasar, target kita di tahun depan 2027,” ujar dia pula.

Selain Timur Tengah, perseroan berencana melanjutkan pengembangan pasar di sejumlah negara Eropa serta meningkatkan volume penjualan di Inggris, Vietnam, Filipina, dan India.

Strategi perluasan pasar tersebut dilakukan di tengah kondisi konsumsi timah dunia yang masih lebih tinggi dibandingkan produksinya.

Pada semester I-2026, produksi logam timah global tercatat sekitar 173,6 ribu ton, sedangkan konsumsi mencapai 179,3 ribu ton. Data perseroan menunjukkan terdapat defisit pasokan sekitar 3 persen pada periode tersebut.

Timah juga digunakan pada sejumlah industri manufaktur. Berdasarkan data yang dipaparkan perseroan, sekitar 53 persen konsumsi timah global digunakan untuk solder, diikuti bahan kimia berbasis timah 16 persen dan pelat timah (tinplate) 11 persen.

Lebih lanjut, Ilhamsyah mengatakan perkembangan konsumsi global menjadi salah satu pertimbangan perseroan untuk terus memperkuat basis pasar ekspornya.

 

 


Editor : Eko Adi