Pengamat: Optimisme membaiknya laporan keuangan emiten angkat IHSG
Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Universitas Indonesia (UI) sekaligus Pengamat Pasar Modal Budi Frensidy mengatakan optimisme pelaku pasar terhadap membaiknya laporan keuangan (L/K) tahun buku 2025 dari perusahaan tercatat di pasar modal (emiten) telah mengangkat penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Selain itu, dari mancanegara, menurutnya, harga minyak global yang cenderung stabil di tengah adanya serangan oleh Amerika Serikat (AS) ke Venezuela, menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan.
“Saya pikir antisipasi L/K tahun 2025 yang lebih baik daripada tahun sebelumnya dan stabilnya harga minyak di tengah serangan AS ke Venezuela,” ujar Budi saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Selasa.
Terkait sikap pelaku pasar, menurutnya, saat ini pelaku pasar tengah mencermati pasca serangan AS ke Venezuela, yang berpotensi menimbulkan eskalasi yang meluas dengan keterlibatan negara lain.
“Meletusnya perang antara super power, sehingga orang menjual saham dan beralih ke emas atau mungkin juga kripto, dan melesatnya harga minyak,” ujar Budi.
Sementara itu, Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto optimistis IHSG dapat mencapai level 10.500 sepanjang tahun apabila berkaca dari grafik pergerakannya pada awal tahun ini.
"Kami melihat kinerja positif IHSG masih berlanjut, dengan target kami IHSG di 10.500. Dan dua hari perdagangan pertama tahun ini menunjukkan awal yang positif, dimana IHSG semakin mendekati 9.000," ujar Rully.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (06/01) pukul 15.31 WIB, IHSG tercatat menguat 68,28 poin atau 0,77 persen ke posisi 8.927,47.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 4.047.267 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 62,91 miliar lembar saham senilai Rp30,54 triliun. Sebanyak 402 saham naik 264 saham menurun, dan 145 tidak bergerak nilainya.
Sebagaimana diketahui, AS telah menyerang dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya pada Sabtu (03/01), yang mana Maduro telah ditangkap dan setelahnya dibawa ke New York, AS.
Editor : Eko


