Pemerintah dorong pendalaman dan diversifikasi pembiayaan pasar modal


Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah akan terus mendorong penguatan ekonomi melalui pendalaman dan diversifikasi pembiayaan di pasar modal Indonesia.

Ia mengatakan, penguatan pasar modal sebagai bagian penting untuk menjaga kepercayaan investor, serta memperkuat pendalaman sektor keuangan nasional.

"Peringatan ini momentum untuk menjaga kepercayaan para investor terhadap perekonomian dan pasar keuangan internasional dan nasional, karena pasar modal selalu merupakan proksi ekonomi yang dilihat oleh para investor, terutama pada saat-saat yang sangat strategis,” ujar Airlangga pada Peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia di Main Hall BEI, Jakarta, Senin.

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan pembiayaan ekonomi, Airlangga mengatakan pemerintah memandang pentingnya diversifikasi sumber pembiayaan.

 

Pembiayaan ekonomi diproyeksikan mencapai sekitar Rp7.400 triliun pada 2026 , kemudian meningkat menjadi sekitar Rp9.200 triliun pada 2029.

Dalam konteks tersebut, pemerintah mendorong diversifikasi sumber pembiayaan, termasuk melalui pengembangan instrumen seperti Panda Bond dan Samurai Bond.

“Jadi kalau ini adalah momentum kita juga untuk diversifikasi daripada pinjaman. Nah ini mungkin beberapa yang bisa didorong selain Panda Bond, tentu Samurai Bond. Jadi kalau kita bisa dorong diversifikasi tentu akan lebih baik,” ungkap Menko Airlangga.

Airlangga memaparkan bahwa kepercayaan terhadap fundamental Indonesia tetap kuat, dengan seluruh sovereign rating Indonesia berada pada kategori investment grade, dengan S&P pada level BBB/A-2, Fitch BBB, Moody’s Baa2, serta R&I dan JCR BBB+.

Selain itu, penerbitan Panda Bond Indonesia memperoleh rating AAA dari Lianhe Credit Rating.

Selain diversifikasi sumber pembiayaan, pemerintah juga mendorong pengembangan produk investasi baru untuk memperdalam pasar keuangan Indonesia.

Dalam kesempatan inj, OJK bersama SRO dengan dukungan pemerintah telah meluncurkan Exchange Traded Fund (ETF) Emas, yang diharapkan dapat memperluas pilihan investasi sekaligus meningkatkan likuiditas.

Airlangga mengapresiasi langkah OJK yang menetapkan Electronic Gold Receipt (EGR), sebagai efek yang dapat dicatat dalam portofolio ETF emas.

 

Pihaknya berharap pengembangan produk tersebut dapat memperkuat keterhubungan antara manajer investasi (MI), bank kustodian, bank bulion,dealer, serta bursa efek.

Penguatan pasar modal juga terus didukung melalui berbagai reformasi untuk meningkatkan kredibilitas, inovasi, dan daya saing sektor keuangan.

Pemerintah berharap pengembangan produk dan ekosistem pasar modal, termasuk ETF Emas serta agenda demutualisasi, dapat semakin memperdalam sektor keuangan dan memperkuat kontribusinya terhadap pembiayaan ekonomi nasional.


Editor : Eko