Pefindo catat mandat penerbitan obligasi Rp66,28 T per Maret 2026
Jakarta (ANTARA) - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat total mandat penerbitan surat utang (obligasi) korporasi mencapai Rp66,28 triliun per 31 Maret 2026, yang berasal dari rencana aksi 45 perusahaan yang tengah bersiap menghimpun dana di pasar modal.
”Pefindo hingga akhir Maret kemarin, mencatatkan mandat surat utang korporasi dan yang belum listing mencapai Rp66,28 triliun,” ujar Chief Economist Pefindo Suhindarto dalam konferensi pers Pefindo secara daring di Jakarta, Rabu.
Suhindarto memaparkan, sektor pembiayaan konsumtif-otomotif atau perusahaan multifinance mencatatkan mandat paling tinggi sebanyak enam perusahaan dengan rencana penerbitan senilai Rp11 triliun.
Di posisi kedua, sektor perbankan dengan sebanyak enam perusahaan mencatatkan mandat senilai Rp9,18 triliun, dan posisi ketiga, yaitu entitas terkait pemerintah yang bergerak di sektor layanan publik dengan rencana penerbitan senilai Rp7,05 triliun.
Dari sisi jenis instrumen, Suhindarto melanjutkan, Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) obligasi masih mendominasi, dengan total nilai mencapai Rp32,98 triliun
"Dari sisi instrumen, PUB obligasi masih terus mendominasi, diikuti oleh obligasi yang tidak PUB, kemudian diikuti oleh PUB sukuk, sukuk, baru instrumen lainnya seperti MTN, surat berharga perpetual, dan juga sekuritisasi," ujar Suhindarto.
Dari sisi kepemilikan, tercatat sebanyak 33 perusahaan Non Badan Usaha Milik negara (BUMN) tengah menyiapkan rencana penerbitan dengan total nilai mencapai Rp48,81 triliun.
Sementara itu, dari kelompok BUMN dan entitas terkait, terdapat 12 perusahaan yang terdiri dari BUMN, anak usaha BUMN, hingga BUMD yang juga akan masuk ke pasar dengan total rencana penerbitan senilai Rp17,47 triliun.
Dalam kesempatan ini, Suhindarto mengatakan pihaknya optimistis penerbitan surat utang korporasi dapat mencapai kisaran Rp154- Rp196,86 triliun sepanjang 2026, dengan titik tengah pada Rp175,77 triliun.
Ia menjelaskan, salah satu katalis yang mendorong potensi pencapaian target tersebut adalah nilai jatuh tempo yang jumbo pada periode Mei-Desember 2026 senilai Rp124,12 triliun.
Selain itu, juga pertumbuhan ekonomi domestik yang diprediksi masih solid pada sisa tahun ini.
Editor : Eko


