Organisasi Pariwisata Korea (KTO) tampilkan kekuatan lokal Korea! Rasakan pengalaman metaverse hadirkan "K-VIBE CONCERT"


- Konser metaverse pertama di Korea, menggunakan ZEPETO Live -

- Menampilkan juga HAHAHOHO Gyeongju World, di mana Anda dapat merasakan warisan budaya Kerajaan Silla, sekaligus pesona Gyeongju -

SEOUL, Korea Selatan--Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Republik Korea (Menteri Hee Hwang) dan Organisasi Pariwisata Korea (Presiden Young-bae Ahn) menanggapi era baru "dengan corona" (selangkah demi selangkah kembali ke kehidupan sehari-hari yang normal) dan transisi besar-besaran ke dunia digital dengan menghadirkan K-VIBE CONCERT menggunakan extended reality (XR) di metaverse.

The Ministry of Culture, Sports, and Tourism and the Korea Tourism Organization have organized the K-VIBE CONCERT, a metaverse concert made possible through XR. The K-VIBE CONCERT is held on December 8th. It will feature leading musical artists representing K-Pop from the 1st to the 4th generation, including BoA, SHINee's Key, aespa, DJ Raiden, Brave Girls, Mommy Son, and Wonstein. The dance crew LACHICA, immensely popular following their appearance on the Street Woman Fighter TV program, will also be in attendance, performing a dance highlighting Korea's unique character. (Graphic: Business Wire)

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata dan Organisasi Pariwisata Korea telah menyelenggarakan K-VIBE CONCERT, sebuah konser metaverse yang dimungkinkan melalui XR. K-VIBE CONCERT digelar pada 8 Desember. Ia akan menampilkan artis musik terkemuka yang mewakili K-Pop dari generasi ke-1 hingga ke-4, termasuk BoA, SHINee's Key, aespa, DJ Raiden, Brave Girls, Mommy Son, dan Wonstein. Kru tari LACHICA, yang sangat populer setelah penampilan mereka di program TV Street Woman Fighter, juga akan hadir, menampilkan tarian yang menonjolkan karakter unik Korea. (Grafik: Business Wire)

Pada tanggal 8 Desember, K-VIBE CONCERT akan ditampilkan menggunakan XR, teknologi inti dari metaverse. Acara ini dimaksudkan untuk memperkenalkan keindahan seluruh bagian Korea kepada orang-orang di seluruh dunia, memberi mereka pengalaman baru tentang Korea dan menginspirasi mereka untuk mengunjungi Korea.

Konser ini akan menyatukan berbagai aspek utama dari Korean Wave (Hallyu), dari K-pop hingga tari, drama, kecantikan, dan webtoon, untuk menawarkan pengalaman yang kaya dan beragam serta menarik perhatian orang-orang di seluruh dunia, dan akan menampilkan berbagai artis terkemuka dari generasi pertama hingga keempat K-pop, dari BoA dan KEY SHINee hingga aespa, DJ Raiden, Brave Girls, Mommy Son, dan Wonstein.

Grup tari LACHICA, yang telah mendapatkan popularitas besar untuk "Street Woman Fighter", juga akan berpartisipasi dalam konser ini dengan penampilan tarian yang menunjukkan karakter unik Korea. Selain itu, akan ada acara seperti Explaining Core Korean Beauty Tips, yang diproduksi oleh artis webtoon global Yaongyi, yang diharapkan dapat menyasar selera orang-orang di seluruh dunia sekaligus menginspirasi mereka untuk mengunjungi Korea. Acara ini akan dipandu oleh penerjemah dan penyiar Hyunmo Ahn dan Anupam, yang telah menerima ketenaran di seluruh dunia atas perannya dalam serial Netflix Squid Game, dan chemistry unik mereka diharapkan dapat menambah nilai hiburan lebih lanjut pada acara tersebut.

K-VIBE CONCERT yang merupakan konser metaverse pertama di Korea akan menggunakan fitur ZEPETO Live dari ZEPETO (Aplikasi produksi avatar 3D dari Naver), platform metaverse terbesar di Asia. Organisasi Pariwisata Korea akan menggunakan ZEPETO Live untuk memungkinkan orang-orang di seluruh dunia untuk menyaksikan K-VIBE CONCERT. Selain itu, pada tanggal 2 Desember akan dirilis peta dari HAHAHOHO Gyeongju World, yang menyajikan warisan budaya dari Kerajaan Silla.

Peninggalan kejayaan Kerajaan Silla di Gyeongju seperti Observatorium Cheomseongdae, Makam Cheonmachong, Paviliun Poseokjeong, Istana Donggunggwaweolji, dan Makam Michuwangneung serta situs modern seperti Jalan Hwangnidan-gil telah dibuat ulang di metaverse sebagai bagian dari HAHAHOHO Gyeongju World, memberikan ruang di mana pengunjung dapat merasakan situs warisan budaya di Korea dan kekuatan budaya lokal Korea modern secara bersamaan. Hal ini akan memungkinkan Organisasi Pariwisata Korea untuk menyebarkan pengetahuan tentang warisan budaya Kerajaan Silla sembari mempromosikan gaya unik Korea, termasuk Desa Hanok Gyochon, kepada dunia.

Organisasi Pariwisata Korea juga telah menciptakan kembali hotspot Gyeongju seperti Hwangnam Bakery, Yangji Dabang, dan Sina Self Photography Studio, dan juga telah bekerja sama dengan usaha kecil dalam aspek ESG (lingkungan/sosial/tata kelola). Organisasi Pariwisata Korea juga berencana untuk menawarkan fasilitas seperti sertifikat diskon dan sertifikat fotografi kepada pengunjung HAHAHOHO Gyeongju World. Sertifikat diskon dan fotografi dapat diunduh hingga 31 Desember 2021, dan dapat digunakan oleh pengunjung Gyeongju hingga akhir 2022. Organisasi Pariwisata Korea juga bekerja sama dengan Korean Air dalam mengoperasikan zona foto dan menawarkan berbagai item sebagai hadiah gratis. Selain itu, KTO berencana untuk menawarkan acara "confirmation shot" ("tembakan konfirmasi") untuk mempromosikan "pengalaman peta".

Choongsub Oh, direktur Tim Pemasaran Merek di Organisasi Pariwisata Korea, mengatakan, “Melalui kesuksesan baru-baru ini dari berbagai konten terkait Korean Wave (Hallyu), dunia menaruh perhatian pada Korea. Konser K-VIBE akan menjadi kesempatan untuk menginspirasi orang-orang di seluruh dunia untuk mengunjungi Korea. Kami berharap K-VIBE CONCERT yang akan menggunakan ZEPETO untuk menjadi konser metaverse pertama di Korea, serta HAHAHOHO Gyeongju World, yang akan memungkinkan pengunjung untuk merasakan warisan budaya dan budaya kontemporer Gyeongju, akan memiliki banyak peminat.”

Tersedia Galeri Multimedia/Foto: https://www.businesswire.com/news/home/52544577/en

Contacts

Korea Tourism Organization

Brand Marketing Team

Choongsub Oh

+82-33-738-3331

ocs@knto.or.kr

Kichan Nam

+82-33-738-3335

yuki4@knto.or.kr

Pengumuman ini dianggap sah dan berwenang hanya dalam versi bahasa aslinya. Terjemahan-terjemahan disediakan hanya sebagai alat bantu, dan harus dengan penunjukan ke bahasa asli teksnya, yang adalah satu-satunya versi yang dimaksudkan untuk mempunyai kekuatan hukum.


Penulis : Adityawarman