KuMining Perluas Akses Infrastruktur Proof-of-Work lewat KAS Cloud Mining



Providenciales, Kepulauan Turks dan Caicos, (ANTARA/PRNewswire)- Penambangan Proof-of-Work kini semakin bergantung pada perangkat keras khusus, sumber daya energi, dan pengelolaan profesional. Kondisi ini membuat banyak pengguna individu kesulitan untuk terlibat langsung. KuMining, platform cloud mining yang didukung bursa aset kripto global KuCoin, meluncurkan KAS Cloud Mining untuk memperluas ekosistem penambangan multiaset sekaligus memberikan cara yang lebih mudah bagi pengguna yang memenuhi syarat untuk mengakses infrastruktur penambangan KAS berstandar profesional.

 

KAS merupakan aset asli Kaspa, jaringan blockDAG berbasis Proof-of-Work. KAS baru masuk ke dalam peredaran melalui proses penambangan. Dengan akses terhadap hashrate, pengguna dapat berpartisipasi dalam proses produksi blok dan pengamanan jaringan sebagai metode alternatif dari pembelian KAS secara langsung di pasar sekunder.

Penambangan KAS kini mengandalkan perangkat keras ASIC khusus. Untuk melakukan penambangan secara mandiri, pengguna harus membeli dan mengirim perangkat, menyiapkan pasokan listrik dan fasilitas hosting, mengatur mining pool, serta menangani pemeliharaan peralatan. KuMining memadukan kebutuhan operasional tersebut dalam layanan cloud mining yang lebih praktis. Dengan demikian, pengguna memperoleh pilihan yang lebih mudah antara membeli KAS dan mengoperasikan perangkat penambangan sendiri.

Pengguna yang memenuhi syarat dapat memilih kontrak berdurasi tujuh hingga 360 hari dan memperoleh hasil penambangan KAS harian yang bervariasi, bergantung pada hashrate yang dibeli dan ketentuan produk yang berlaku. Model berbasis pool memberikan pengalaman penambangan yang lebih berkelanjutan dan mudah dipantau ketimbang solo mining yang bergantung pada probabilitas. Di sisi lain, pengguna tidak perlu memiliki atau mengoperasikan perangkat penambangan sendiri.

KAS Cloud Mining juga menggunakan model KuMining "mine first, pay electricity later". Pengguna membayar biaya hashrate di muka, sedangkan biaya listrik secara berkala. Model ini mengurangi kebutuhan dana awal dan memberikan fleksibilitas arus kas yang lebih besar. Meski demikian, total biaya penambangan tidak serta merta menjadi lebih rendah.

"Penambangan seharusnya dapat diakses oleh siapa saja yang ingin berpartisipasi, bukan hanya mereka yang memiliki sumber daya untuk membeli dan mengoperasikan perangkat khusus," kata Jolie Du, Chief Operating Officer, KuMining. "Dengan menghadirkan KAS Cloud Mining, kami memberikan cara yang lebih praktis bagi pengguna yang ingin melakukan penambangan Proof-of-Work profesional, serta memperluas ekosistem multiaset KuMining. Tujuan kami adalah menghubungkan infrastruktur profesional dengan pengguna sehari-hari melalui pengalaman yang transparan dan terintegrasi."

Karena terintegrasi dengan KuCoin, pengguna dapat menerima dan mengelola hasil penambangan tanpa perlu berganti-ganti layanan antara mining pool, dompet, dan bursa yang berbeda. Peluncuran ini semakin memperluas perjalanan Trade → Earn → Mine sehingga memperkuat peran KuMining sebagai akses yang lebih mudah menuju infrastruktur penambangan profesional.

KAS Cloud Mining kini tersedia bagi pengguna yang memenuhi syarat melalui tautan ini.

Tentang KuMining

KuMining merupakan platform cloud mining yang dikembangkan oleh KuCoin, salah satu bursa aset kripto terbesar di dunia. Dengan misi memperluas akses terhadap aktivitas penambangan aset digital, KuMining menyediakan layanan hashrate yang aman dan efisien bagi pengguna di berbagai negara, didukung infrastruktur mutakhir serta integrasi yang erat dengan ekosistem KuCoin

Akun Media Sosial KuMining di X | Telegram

SOURCE KuCoin


Penulis : Bagus