Kota Suizhou, Kampung Halaman Kaisar Leluhur China Yan, Menggelar Upacara Pemujaan
Panitia Penyelenggara Upacara Pemujaan Kaisar Yan di Suizhou
Suizhou, China (ANTARA/Xinhua-AsiaNet) – Pada pagi hari tanggal 11 Juni (hari ke-26 bulan keempat kalender lunar, hari kelahiran Kaisar Yan), sebuah upacara pemujaan besar untuk pelopor pertanian dan pengobatan China diselenggarakan di Kota Suizhou, Provinsi Hubei, China bagian tengah, kampung halaman Kaisar Yan, yang juga dikenal sebagai Shennong atau “Petani Surgawi”.
Acara tersebut diselenggarakan bersama oleh Kantor Urusan Taiwan Dewan Negara, Federasi Lingkaran Sastra dan Seni China, Federasi Nasional Tionghoa Perantauan yang Kembali ke Tanah Air, Asosiasi Budaya Yan Huang China, dan Pemerintah Rakyat Provinsi Hubei. Acara ini dihadiri oleh rekan senegeri dari Hong Kong, Makau, dan Taiwan, perwakilan warga Tionghoa perantauan, serta tamu dari berbagai kalangan.
Upacara secara resmi dimulai di tengah alunan merdu musik lonceng kuno. Dengan mengikuti secara ketat tata ritual upacara pemujaan Shennong di Suizhou, yang merupakan warisan budaya takbenda tingkat nasional, acara ini terdiri atas sembilan prosesi: membunyikan genderang dan lonceng, membuka gerbang suci, menyalakan api suci, mempersembahkan keranjang bunga, mempersembahkan dupa kepada leluhur, membacakan pujian penghormatan, memberikan penghormatan bersama kepada leluhur, menyanyikan lagu pujian, dan menyaksikan patung suci.
Sebagai tempat kelahiran musik ritual yang terkenal, Suizhou merupakan rumah bagi Bianzhong (set lonceng perunggu) Marquis Yi dari Zeng, yang dikenal sebagai “keajaiban dunia kedelapan”. Dentuman genderang kuno berukuran besar dan bunyi lonceng menciptakan suasana khidmat dan penuh penghormatan sepanjang upacara, yang diselenggarakan secara ringkas dan efisien.
Perlu dicatat bahwa masyarakat setempat telah mengubah ritual pemujaan tahunan Kaisar Yan menjadi inisiatif pelestarian budaya yang berlangsung secara berkelanjutan. Untuk kegiatan seremonial tersebut, siswa sekolah dasar, sekolah menengah, dan perguruan tinggi dari Suizhou membentuk tim ritual dan menampilkan pertunjukan budaya. Untuk menjangkau masyarakat luas, budaya Kaisar Yan telah diintegrasikan ke dalam pendidikan sekolah, budaya komunitas, dan semangat kota, sehingga tradisi yang telah berlangsung lama ini tetap hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Serangkaian kegiatan pendukung juga diselenggarakan dari April hingga Juni. Sejumlah kegiatan pertukaran diadakan bagi rekan senegeri dari Hong Kong, Makau, Taiwan, dan warga Tionghoa perantauan untuk merasakan budaya Suizhou.
Sumber: Panitia Penyelenggara Upacara Pemujaan Kaisar Yan di Suizhou.
Penulis : Adityawarman


