Kemenkeu dorong pelaku UMKM di Bengkulu manfaat bantuan pendanaan
Kota Bengkulu (ANTARA) - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mendorong para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Provinsi Bengkulu untuk memanfaatkan program bantuan pendanaan dari pemerintah pusat.
Hal tersebut dilakukan sebab pelaku UMKM merupakan penggerak utama perekonomian daerah yang layak mendapatkan dukungan penuh untuk program pendanaan dari pemerintah pusat.
"Kami Kanwil DJPb Bengkulu hadir sebagai sahabat UMKM di daerah, banyak pelaku usaha yang selama ini ragu meminjam modal di lembaga formal karena khawatir dengan proses yang rumit atau syarat agunan yang memberatkan, untuk itu kami terus mendorong agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan sejumlah program pendanaan yang disediakan oleh pemerintah pusat," kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJPb Bengkulu Mohamad Irfan Surya Wardhana di Kota Bengkulu, Minggu.
Untuk program pendanaan yang disediakan oleh pemerintah pusat seperti kredit usaha rakyat (KUR) dengan total alokasi anggaran di wilayah Provinsi Bengkulu untuk tahun 2026 sebesar Rp3,83 triliun.
Ia mengatakan, dengan penyaluran dana atau plafon untuk Provinsi Bengkulu yaitu Rp3,83 triliun tersebut ditargetkan dapat menjangkau sebanyak 28.981 debitur atau pelaku usaha yang mencakup target debitur baru maupun debitur yang diharapkan naik kelas (graduasi)
Irfan menyebut, melalui penyaluran skema konvensional tersebut ditargetkan sebanyak 27.015 debitur yang memanfaatkan program KUR yang terbagi cukup berimbang antara mencari debitur baru 14.667 dan mendorong debitur lama untuk naik kelas atau graduasi sebesar 12.348 pelaku usaha
Sedangkan untuk skema syariah di targetkan mencapai 1.966 debitur, dengan mayoritas target difokuskan pada debitur baru sebanyak 1.625 debitur dibandingkan target graduasi 341 debitur.
Lanjut Irfan, terdapat program kredit usaha ultra mikro (UMi) di wilayah Provinsi Bengkulu sejak Januari hingga pertengahan Juni 2026 penyalurannya telah mencapai Rp50,11 miliar dengan 7.259 debitur.
Untuk penyaluran program UMi tersebut berasal dari Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) seperti Permodalan Nasional Madani (PNM) mencapai Rp45,89 miliar kepada 6.592 debitur.
Kemudian, PT Bahana Artha Ventura (BAV) dengan penyaluran sebesar Rp3,95 miliar untuk 651 debitur, PT Pegadaian & Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Jasa masing-masing menyalurkan Rp175 juta untuk 15 debitur dan Rp100 juta untuk satu orang debitur.
"Dengan demikian, kami terus mendorong agar seluruh pelaku UMKM di wilayah Provinsi Bengkulu dapat memanfaatkan sejumlah program pendanaan guna mengembangkan usahanya agar dapat naik kelas," terang dia.
Selain itu, Irfan meminta kepada seluruh masyarakat agar menjauhi jeratan rentenir atau pinjaman ilegal, dan mulai mengoptimalkan program pembiayaan resmi yang profesional dan bebas biaya pengajuan.
Editor : Eko


