IHSG melemah seiring "rebalancing" aliran dana asing di Asia Tenggara
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup melemah seiring potensi terjadinya penataan ulang (rebalancing) aliran dana asing di kawasan Asia Tenggara.
IHSG ditutup melemah 107,69 poin atau 1,69 persen ke posisi 6.277,04. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 8,68 poin atau 1,37 persen ke posisi 625,61.
"Peningkatan status Vietnam ke dalam FTSE emerging market, secara langsung memicu potensi penataan ulang (rebalancing) aliran modal asing di Asia Tenggara," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico, dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Dari mancanegara, Nico mengatakan pelaku pasar global merespon setelah FTSE merubah status Vietnam dari frontier market ke emerging market, yang tentunya perubahan tersebut akan mampu menarik dana investor asing masuk ke Bursa saham Vietnam.
Selain itu, lanjutnya, penguatan bursa kawasan Asia ditopang oleh sentimen menurunnya harga minyak mentah seiring meningkatnya upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik Timur Tengah, serta tanda-tanda aliran energi yang berkelanjutan dari kawasan tersebut.
"Penurunan harga minyak yang lebih rendah membantu meredakan tekanan inflasi," ujar Nico.
Data satelit menunjukkan bahwa muatan minyak Saudi di Teluk Persia melonjak, menunjukkan ekspor bergeser kembali ke Selat Hormuz karena penutupan pipa Timur-Barat berlanjut, meskipun laporan menunjukkan jalur tersebut dapat sebagian beroperasi kembali dalam beberapa hari.
"Tentunya ini sebuah harapan kemajuan diplomatik untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah," ujar Nico.
Di sisi lain, pelaku pasar mencermati Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan akan berpidato di Majelis Umum PBB di New York, AS, serta kemungkinan akan bertemu dengan Presiden Iran, Pezeshkian di sela-sela acara tersebut.
Dari dalam negeri, Nico mengatakan pelaku pasar juga bersikap wait and see terhadap arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan September 2026 pada 22-23 September 2026.
"Secara konsensus diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga acuan, sehingga berpotensi mempersempit celah intervensi atau dukungan bagi penguatan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing," ujar Nico.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat yaitu sektor barang konsumen non primer naik sebesar 0,23 persen.
Sedangkan, sepuluh sektor melemah yaitu dipimpin sektor energi yang turun sebesar 2,52 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor industri yang turun masing-masing sebesar 1,90 persen dan 1,85 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu FORU, BPTR, SAPX, AGAR, dan DFAM. Sedangkan, saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni BBSS, RISE, TRIN, GDST dan TRUE.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2,15 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,23 miliar lembar saham senilai Rp14,43 triliun. Sebanyak 148 saham naik, 556 saham menurun dan 259 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Shanghai menguat 0,06 persen ke 3.952,13, indeks Hang Seng menguat 0,18 persen ke 25.087,75, indeks Kospi menguat 0,15 persen ke 7.017,91, indeks Kuala Lumpur menguat 0,99 persen ke 1.683,50, dan indeks Straits Times menguat 0,86 persen ke 5.723,76.
Sementara itu, indeks Nikkei (Jepang) libur memperingati Citizen's Holiday (hari yang berada di antara dua tanggal merah).
Editor : Eko Adi


