Proyek Angel Yeast Indonesia: Perkuat Fondasi Pelatihan Teknis dan Bangun Sikap Saling Memahami Lewat Pertukaran Budaya
Yichang, Tiongkok, (ANTARA/PRNewswire)- Angel Yeast Group (SH600298) baru saja menyambut kehadiran 29 karyawan asal Indonesia di kantor pusatnya di Yichang, Tiongkok, untuk mengikuti program pelatihan terstruktur selama enam bulan. Program ini menyiapkan tenaga profesional terampil yang mendukung proses uji coba dan operasional pabrik Angel Yeast di Indonesia. Menjelang Tahun Baru Imlek, peserta pelatihan berusia muda asal Indonesia ini tidak hanya mempelajari teknik produksi ragi, namun juga merasakan secara langsung suasana Festival Musim Semi di Tiongkok.
Menyambut perayaan tersebut, fasilitas Angel di Yichang dihiasi nuansa khas Imlek. Saat berjalan-jalan di kota, para peserta menyusuri pusat perbelanjaan yang dipadati warga yang membeli kebutuhan Imlek, sedangkan alunan musik tradisional terdengar di taman-taman kota. Aqil, salah satu peserta pelatihan, mengatakan, "Semua orang tengah bersiap menyambut perayaan Imlek. Di tengah suasana yang meriah ini, saya benar-benar merasakan energi dan kekayaan budaya Tiongkok." Sebelum bergabung dengan Angel, Aqil bekerja di sebuah perusahaan teknologi lokal. Seperti banyak profesional muda lainnya, ia tertarik pada perusahaan yang memiliki jaringan internasional. Program pelatihan khusus ini membantu Aqil beradaptasi dengan posisi kerja yang baru, meningkatkan keterampilan teknis, serta memperkuat kerja sama dan kolaborasi lintasbudaya. Program pelatihan multinasional ini secara resmi dimulai pada 26 November 2025 di China Three Gorges University, mencakup 20 hari pelatihan di kelas dan praktik kerja langsung selama lima bulan.
Proyek Angel Yeast Indonesia merupakan perkembangan penting dalam ekspansi internasional perusahaan ini. Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan global, proyek tersebut memperkuat kapasitas industri lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan konektivitas seluruh rantai nilai industri. Program pelatihan ini mendorong para peserta untuk aktif beradaptasi dengan lingkungan baru, terlibat dalam pertukaran budaya yang bermakna, serta menguasai pengetahuan teoretis dan keterampilan praktis secara lengkap. Dengan demikian, program ini menjadi fondasi yang kuat bagi aktivitas operasional pabrik pada masa depan yang aman, stabil, dan andal.
Dengan mendirikan anak usaha di Indonesia, Angel memanfaatkan sumber daya lokal, lokasi strategis, serta keuntungan tarif, sekaligus mempercepat ekspansi ke pasar Asia. Proyek ini diluncurkan pada 2025 di wilayah Lampung bagian selatan-tengah dan berlokasi di dekat pabrik gula milik mitra usaha patungan. Saat ini, lokasi proyek masih dalam tahap pengembangan dengan target penyelesaian dan uji coba pada 2027. Proyek ini mencakup lini produksi ragi dengan kapasitas tahunan 20.000 ton, didukung fasilitas pengolahan air limbah berkapasitas 3.500 ton per hari, serta proyek pupuk organik berkapasitas 20.000 ton per tahun untuk mengurangi limbah dan meningkatkan efisiensi sumber daya. Angel Yeast Indonesia akan menggunakan molase produksi lokal dalam jumlah besar, mengolah produk sampingan menjadi bahan yang bermanfaat, serta mendorong praktik produksi yang lebih bersih. Air limbah dari proses produksi ragi akan diolah dan diubah menjadi pupuk organik, sedangkan produk sampingan ragi halus akan dijual sebagai pakan ternak. Langkah tersebut ikut mendukung sektor pertanian dan peternakan lokal sekaligus menjadi contoh penerapan prinsip ekonomi sirkular.
Pabrik Angel Yeast Indonesia merupakan bagian penting dari jaringan manufaktur global perusahaan. Bagi Angel, jangkauan global tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, namun juga mencakup dukungan terhadap industri ragi lokal melalui alih teknologi dan pengembangan sumber daya manusia, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan rantai nilai terkait dan penciptaan lapangan kerja. Para peserta pelatihan berusia muda ini dipersiapkan untuk menjadi tim inti fasilitas di Indonesia yang berperan penting mendukung aktivitas operasional global, kolaborasi industri, dan interaksi lintasbudaya.
SOURCE Angel Yeast
Penulis : Bagus



