Menkeu yakin level 10.000 tercapai di 2026 meski IHSG masih merah
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menembus level tertinggi di angka 10.000 pada 2026 meski belakangan pasar saham masih melemah imbas dinamika konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran.
“To the moon, tetap. 10.000 (di akhir tahun) masih bisa,” kata Purbaya dalam wawancara cegat (doorstop) di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin.
Ia meyakini level IHSG tersebut dapat dicapai seiring dengan membaiknya prospek perekonomian Indonesia, terutama jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga atau negara-negara anggota G20.
“Dengan modal yang sama, dengan defisit yang terkendali, kita bisa ciptakan pertumbuhan yang lebih cepat. Itu sudah jago banget,” katanya.
Purbaya meminta publik untuk tidak khawatir terhadap prospek perekonomian domestik dan menilai kondisi pasar saat ini dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan aksi serok terhadap saham-saham berfundamental kuat.
“Fondasi ekonomi kita bagus. Kita sudah pernah mengalami harga minyak tinggi berkali-kali, seperti saya jelaskan waktu di Istana kemarin (saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara). Knowledge-nya tidak hilang, masih ada di kepala. Jadi harusnya kita (perekonomian Indonesia) akan survive,” kata Purbaya.
Pada Senin (16/3) sore, IHSG ditutup melemah 114,92 poin atau 1,61 persen ke posisi 7.022,29. Pelemahan IHSG tercatat sebesar 19,73 persen secara year to date (YTD) dan 15,50 persen dalam sebulan terakhir.
Setelah dibuka melemah pada Senin pagi, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor melemah yaitu sektor properti turun paling dalam sebesar 2,33 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor barang baku yang turun masing-masing sebesar 2,29 persen dan 1,66 persen.
Sedangkan dua menguat yaitu dipimpin sektor kesehatan yang naik sebesar 0,12 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 2,09 persen 0,02 persen.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.674.892 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,05 miliar lembar saham senilai Rp15,92 triliun. Sebanyak 180 saham naik, 542 saham menurun, dan 98 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 68,50 poin atau 0,13 persen ke 53.751,10, indeks Shanghai melemah 10,66 poin atau 0,26 persen ke 4.084,79, indeks Hang Seng menguat 368,41 poin atau 1,45 persen ke posisi 25,834,02, dan indeks Straits Times menguat 26,41 poin atau 0,55 persen ke posisi 4.868,69.
Editor : Eko


