Maladewa Luncurkan Program Tech4Nature untuk Melestarikan Hiu Paus Ikonik


Malé, Maladewa, (ANTARA/PRNewswire)-  International Union for Conservation of Nature (IUCN), Kementerian Pariwisata dan Lingkungan Hidup Maladewa, serta Huawei meluncurkan inisiatif baru untuk memodernisasi pengelolaan South Ari Marine Protected Area (SAMPA). Dengan menerapkan teknologi pemantauan lapangan dan sarana komunikasi waktu nyata (real-time), program Tech4Nature melindungi populasi hiu paus yang ikonik sekaligus menyeimbangkan tekanan sosial-ekonomi dari destinasi pariwisata kelas dunia.

Photo: © Ishan @seefromthesky from Unsplash (PRNewsfoto/Huawei)

Photo: © Ishan @seefromthesky from Unsplash (PRNewsfoto/Huawei)

Sebagai kawasan konservasi laut terbesar di Maladewa dan lokasi penting dunia untuk agregasi hiu paus (Rhinocondon typus) sepanjang tahun, SAMPA dikunjungi ribuan orang setiap tahun. Luas wilayah dan banyaknya titik akses menjadi tantangan besar bagi metode pemantauan konvensional di kawasan ini. Program Tech4Nature menjawab tantangan tersebut dengan membekali para petugas dengan perangkat observasi dan pelaporan digital.

Dengan mengoptimalkan pengumpulan data dan komunikasi di lapangan, perangkat ini mendukung patroli yang lebih efisien, ikut menelusuri interaksi antara sektor pariwisata dan satwa, serta menyediakan kerangka kerja berbasiskan data agar SAMPA dapat tercantum dalam Daftar Hijau IUCN. Peningkatan tersebut memastikan upaya konservasi dapat diukur dan transparan, sekaligus mendukung mata pencaharian masyarakat lokal yang bergantung pada ekosistem laut yang sehat.

Program di Maladewa ini merupakan bagian dari kemitraan global Tech4Nature, sebuah inisiatif yang diluncurkan pada 2020, dipimpin oleh IUCN dan Huawei, dalam naungan program inklusi digital TECH4ALL Huawei. Sejalan dengan Standar Daftar Hijau IUCN untuk Kawasan Cagar Alam dan Konservasi, Tech4Nature membuktikan peran teknologi dalam mendorong konservasi yang efektif dan berkeadilan. Program ini secara resmi diluncurkan di sesi penutupan Maldives Protected and Conserved Areas Forum.

Sebagai inisiatif Tech4Nature pertama di Maladewa, proyek SAMPA menjadi bagian dari upaya global yang dipimpin IUCN dan Huawei untuk memperluas pemanfaatan solusi digital dalam konservasi alam. Di SAMPA, program ini memperkuat keseimbangan sektor pariwisata dan konservasi dengan meningkatkan pengelolaan pengunjung, kepatuhan regulasi, serta dukungan pengambilan keputusan berbasiskan sains.

Selama program ini berlangsung, petugas SAMPA dibekali peralatan pemantauan dan komunikasi penting untuk memperkuat patroli dan penegakan aturan di lapangan. Dengan dukungan tersebut, para petugas semakin cepat merespons aktivitas berbahaya atau ilegal, meningkatkan keselamatan pengunjung, serta mengurangi interaksi berbahaya dengan hiu paus. Pemantauan yang lebih baik juga akan meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan kawasan cagar alam dan mendorong praktik pariwisata yang lebih berkelanjutan sesuai dengan tujuan pengelolaan dan konservasi SAMPA.

"Konservasi yang efektif berawal dari sarana dan peralatan penting bagi para petugas untuk melakukan pemantauan lapangan secara berkelanjutan. Dukungan ini menjadi fondasi penting dalam pengelolaan dan tata kelola ekosistem yang lebih baik. Langkah praktis ini menjembatani kesenjangan operasional sambil menerapkan Standar Daftar Hijau IUCN sehingga SAMPA dapat mempertahankan keanekaragaman hayati dan mata pencaharian masyarakat lokal," ujar Dr. Dindo Campilan, Regional Director, IUCN, Asia dan Hub Director, Oseania.

Sejalan dengan pelaksanaan di lapangan, program ini juga mendukung pelatihan petugas SAMPA tentang Standar Daftar Hijau IUCN, tolok ukur global untuk kawasan cagar alam dan konservasi yang efektif, adil, serta dikelola dengan baik. Penilaian awal Daftar Hijau IUCN akan dilakukan di SAMPA untuk mengidentifikasi kekuatan, kesenjangan, dan prioritas demi meningkatkan pengelolaan.

"Pemerintah tetap berkomitmen memajukan konservasi dan memperkuat mekanisme kelembagaan serta tata kelola kawasan cagar alam dan konservasi. Kita harus bekerja bersama dengan visi yang sama dan tanggung jawab bersama," kata Thoriq Ibrahim, Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup Maladewa.

"Seperti program Tech4Nature yang telah terbukti sukses sejak 2020, solusi teknologi inovatif ikut mengidentifikasi dan mengurangi ancaman terhadap keanekaragaman hayati dan ekosistemnya, termasuk ekosistem laut," ujar Zhang Jinze, Chief Executive Officer, Huawei Sri Lanka. "Selain teknologi, pendekatan utama dalam kemitraan global Tech4Nature terletak pada keterlibatan mitra dan komunitas lokal dalam perencanaan dan pelaksanaan program guna memastikan keberlanjutan solusi."

Hingga saat ini, inisiatif tersebut telah mendukung 11 program unggulan dan satelit di berbagai negara, menghadirkan solusi digital yang telah disesuaikan untuk berbagai tantangan konservasi, mulai dari pemantauan terumbu karang hingga perlindungan satwa liar dan restorasi ekosistem.

Tentang kami:

Huawei: Berdiri pada 1987, Huawei adalah penyedia infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta produsen perangkat canggih (smart device) yang terkemuka di dunia. Huawei memiliki sekitar 208.000 tenaga kerja, dan beroperasi di lebih dari 170 negara serta wilayah. Huawei kini melayani lebih dari tiga miliar orang di seluruh dunia. Huawei berkomitmen menghadirkan teknologi digital bagi setiap orang, rumah, serta organisasi agar dunia yang sangat terkoneksi dan pintar dapat terwujud. 

IUCN adalah wadah keanggotaan yang terdiri atas organisasi pemerintah dan masyarakat sipil. IUCN memanfaatkan pengalaman, sumber daya, dan jangkauan lebih dari 1.500 organisasi anggota, serta masukan dari lebih dari 17.000 pakar. IUCN merupakan otoritas global yang menilai kondisi alam dan langkah-langkah yang diperlukan untuk melestarikannya.

Kementerian Pariwisata dan Lingkungan Hidup Maladewa: Kementerian ini mengawasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan terkait sektor pariwisata, lingkungan hidup, perubahan iklim, sumber daya air dan sanitasi, pengelolaan limbah, energi, serta perubahan iklim. Lembaga yang berafiliasi dengan kementerian ini antara lain Environment Regulatory Authority, Utility Regulatory Authority, Maldives Meteorological Service, dan Baa Atoll Biosphere Reserve Office. 

SOURCE Huawei


Penulis : Bagus