KSEI: Jumlah aset investor pasar modal Sulawesi Tengah Rp4.034 triliun


Palu (ANTARA) - Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengatakan jumlah aset investor pasar modal Sulawesi Tengah (Sulteng) mencapai nilai Rp4.034 triliun hingga 2026.

"Sulawesi Tengah berada di urutan 20 dari 38 provinsi di Indonesia dengan jumlah investor 289.659 Single Investor Identification (SID)," kata Kepala Unit Edukasi dan Layanan Jasa Investor KSEI Abdul Aziz Albakkar dalam kunjungannya di Kota Palu, Rabu.

Ia mengemukakan sejak lima tahun terakhir tren investor pasar modal Sulawesi Tengah terus mengalami perkembangan yang positif, hal ini tidak terlepas dari masifnya layanan pasar modal yang dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada 2022 jumlah investor saham Sulawesi Tengah di angka 52.036 SID, kemudian naik menjadi 76.804 SID, tahun berikutnya naik menjadi 119.971 SID, dan hingga Agustus 2026 menjadi 289.659 SID.

"Menjadi investor pasar modal tidak mesti membeli saham dengan nilai besar, kita bisa bermain di angka Rp100 tetapi berkesinambungan dan bursa saham legal secara hukum," ujarnya.

Data KSEI juga menunjukkan perkembangan pasar modal Sulawesi Tengah rata-rata didominasi Generasi Z (Gen Z)/milenial sebanyak 81,24 persen, disusul Generasi X (Gen X) 16,95 persen dan Baby Boomers atau usia 60-80 tahun 1,80 persen.

Jika dibandingkan dengan jumlah aset justru Gen X dan Generasi Baby Boomers lebih tinggi dengan nilai Rp1,5 triliun dan milenial Rp639,03 miliar.

"Dilihat dari sabaran investor berdasarkan pekerjaan, kebanyakan investor pasar modal di Sulawesi Tengah dari segmen pegawai (swasta, PNS, guru) sebesar 61,4 persen dengan nilai aset Rp988,88 miliar," ucap Aziz.

Sementara itu Kepala Bursa Efek Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah Putri Irnawati menjelaskan pihaknya terus melakukan penguatan literasi pasar modal menggandeng berbagai institusi/institusi, termasuk penguatan literasi keuangan.

BEI mencatat hingga Juni 2026 pihaknya telah menjalin kerja sama dalam hal pendirian Galeri Investasi (GI)bersama 29 institusi yang berasal dari pemerintah daerah (pemda), perguruan tinggi negeri dan swasta, SMA/kejuruan, asosiasi dan komunitas lainnya.

"Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palu satu-satunya galeri investasi di segmen pemerintahan," kata dia.


Editor : Dirgantara