IHSG menguat di tengah pasar cermati perkembangan di Timur Tengah
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa bergerak menguat di tengah pelaku pasar mencermati perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah.
IHSG dibuka menguat 43,04 poin atau 0,54 persen ke posisi 8.059,87. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,20 poin atau 0,64 persen ke posisi 817,69.
“Investor kini menimbang apakah ini shock jangka pendek atau konflik yang berlarut,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Liza mengatakan kekhawatiran utama pelaku pasar adalah gangguan energi dan potensi inflasi baru. Sejarah menunjukkan bahwa saham global cenderung pulih relatif cepat pasca konflik, kecuali apabila terjadi lonjakan harga energi berkepanjangan.
Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) dan Israel melakukan serangan terhadap Iran, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan ke Israel, Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, serta pangkalan AS di kawasan. Konflik ini memicu gelombang risk-off global.
Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi dapat berlangsung 4-5 pekan dan “selama diperlukan”, bahkan memiliki kapasitas lebih lama. Sementara, Iran menegaskan tidak akan bernegosiasi dengan AS.
Dari kawasan Eropa, gangguan pengiriman di Teluk meningkatkan risiko inflasi dan membayangi prospek kebijakan European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE). Inflasi Zona Euro dan data ekonomi lainnya menjadi fokus lanjutan.
Dari kawasan Asia, Bank of Japan (BoJ) menyatakan akan melanjutkan kenaikan suku bunga secara bertahap menuju stance netral, dengan suku bunga kini 0,75 persen setelah empat kali kenaikan sejak 2024.
Dari dalam negeri, PMI Manufaktur Indonesia naik ke level 53,8 pada Februari 2026, dari 52,6 pada Januari, didorong lonjakan permintaan baru yang memacu pertumbuhan produksi tercepat sejak awal 2024 serta ekspansi tujuh bulan beruntun termasuk kenaikan pesanan ekspor tercepat sejak Mei 2022.
Surplus perdagangan Indonesia Januari 2026 menyusut tajam menjadi 0,95 miliar dolar AS, dari 3,49 miliar dolar AS setahun sebelumnya, di tengah lonjakan impor 18,21 persen (yoy) ke 21,2 miliar dolar AS sementara ekspor hanya naik 3,39 persen ke 22,16 miliar dolar AS.
Sementara itu, data inflasi Indonesia meningkat menjadi 0,68 persen month to month (mtm) pada Februari 2026, dari sebelumnya deflasi 0,15 persen (mtm) pada Januari 2026.
Inflasi tahunan berakselerasi menjadi 4,76 persen year on year (yoy) pada Februari 2026 dari sebelumnya 3,55 persen (yoy) pada Januari 2026, serta merupakan level tertinggi sejak Maret 2023
Pada perdagangan Selasa (02/03), bursa AS di Wall Street mayoritas menguat, di antaranya indeks Dow Jones turun 0,15 persen ke 48.904,78, indeks S&P 500 naik 0,04 persen ke 6.881,60, indeks Nasdaq naik 0,36 persen ke 22.748,86, dan Russell 2000 naik 0,9 persen.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 1.352,59 poin atau 2,33 persen ke 56.704,60, indeks Shanghai melemah 32,58 atau 0,78 persen ke 4.150,00, indeks Hang Seng melemah 49,48 poin atau 0,19 persen ke 26.010,36, indeks Kuala Lumpur menguat 9,99 poin atau 0,59 persen ke 1.710,20, dan indeks Strait Times menguat 38,97 poin atau 0,80 persen ke 4.929,83.
Editor : Eko


