Bank Mandiri rilis fitur sertifikat pengurangan emisi bagi ritel
Jakarta (ANTARA) - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memperkuat peran dalam mendukung ekonomi berkelanjutan melalui peluncuran fitur Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) bagi segmen ritel pada platform Livin’ Planet di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan dalam peluncuran kampanye "Aku Net-Zero Hero" di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, mengatakan inisiatif ini hasil kolaborasi perseroan dengan IDXCarbon, yang menjadi langkah baru dalam membuka akses pasar karbon melalui layanan digital bank.
“Melalui fitur ini, kami ingin mendorong partisipasi aktif nasabah dalam aksi iklim. Tidak berhenti pada peningkatan awareness atas jejak karbon yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari, nasabah juga kami dorong untuk mengambil peran dalam mengimbanginya melalui mekanisme carbon offset yang kredibel dan terverifikasi,” ujarnya.
Henry menjelaskan, peluncuran fitur merupakan bagian dari pengembangan terbaru Livin’ Planet, dengan menghadirkan kapabilitas baru di luar fitur sebelumnya.
"Inovasi ini mencerminkan komitmen perseroan dalam menyediakan solusi keberlanjutan yang semakin relevan, mudah diakses, dan berdampak bagi nasabah," ujar Henry ​​​​​​.
Dalam implementasinya, Henry menjelaskan carbon offset dilakukan dengan mendukung kegiatan pengurangan atau penyerapan emisi, baik melalui solusi berbasis alam seperti penanaman pohon, maupun solusi berbasis teknologi seperti pengembangan energi terbarukan dan proyek efisiensi energi.
“Sementara itu, carbon credit merepresentasikan pengurangan atau penyerapan emisi sebesar 1 ton CO2 ekuivalen yang dapat diperdagangkan sebagai instrumen dalam mekanisme tersebut,” ujar Henry.
Melalui Livin’ Planet, Henry menjelaskan nasabah dapat menghitung jejak emisi melalui carbon calculator, melakukan offset dengan membeli SPE-GRK secara langsung.
"Fitur ini juga dilengkapi dengan edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap emisi karbon dan mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup rendah karbon,” ujar Henry.
​​​​​​​
SPE-GRK merupakan unit karbon yang merepresentasikan pengurangan emisi dari suatu proyek yang telah melalui proses pengukuran, pelaporan, serta verifikasi.
Sertifikat ini menjadi bukti bahwa emisi gas rumah kaca telah berhasil dikurangi atau dihindari, sehingga dapat dimanfaatkan oleh individu maupun institusi untuk mengimbangi emisi dari aktivitas sehari-hari.
SPE-GRK yang tersedia saat ini berasal dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei milik Pertamina New & Renewable Energy berkapasitas 2,4 MW di Sumatera Utara, yang mengolah limbah Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi energi terbarukan.
Proyek ini berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 265 ribu tCO2e, atau setara dengan emisi sekitar 30 ribu kendaraan berbahan bakar bensin.
Selain itu, perseroan juga melanjutkan kampanye keberlanjutan melalui program Mandiri Looping for Life, yang mendorong pengurangan emisi melalui pengelolaan limbah tekstil, sekaligus melibatkan UMKM dan brand lokal dalam membangun ekosistem gaya hidup ramah lingkungan.
Pada 2025, melalui kampanye Mandiri Looping for Life, perseroan telah mencatatkan 1.398 transaksi Livin’ Planet dengan nilai mencapai Rp135,2 juta. Transaksi tersebut telah dikonversi menjadi penanaman 1.292 pohon yang berkontribusi dalam pengurangan emisi sebesar 45,32 ton COâ‚‚e.
"Inisiatif ini menegaskan peran sektor keuangan sebagai enabler dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon, tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga dengan memperluas akses, meningkatkan awareness, dan menghadirkan solusi praktis bagi masyarakat,” ujar Henry.​​​​​​​
Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat kolaborasi dan inovasi berbasis ESG untuk memperluas inklusi keberlanjutan dan menghadirkan solusi keuangan yang semakin relevan, inklusif, dan berkelanjutan.
Dengan sinergi ekosistem layanan yang terintegrasi, Bank Mandiri optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai katalis dalam mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon.
Editor : Dirgantara


