FIATA: Patimban berkembang jadi salah satu pelabuhan strategis di Asia
Jakarta (ANTARA) - Senior Vice President International Federation of Freight Forwarders Associations (FIATA) Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, berkembang menjadi salah satu pelabuhan paling strategis di Asia.
Hal ini menyusul bersandarnya kapal peti kemas Mediterranean Shipping Company (MSC) Aria III dari Singapura dan melanjutkan pelayaran ke Laem Chabang (Thailand) serta tiga pelabuhan utama di China yakni Shekou, Ningbo, dan Shanghai.
“Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, saya optimistis Patimban akan berkembang menjadi salah satu pelabuhan paling strategis di Asia serta menjadi legacy bagi pembangunan ekonomi Indonesia dalam beberapa dekade mendatang,” kata Yukki dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan layanan perdana peti kemas internasional di Pelabuhan Patimban tersebut menandai dimulainya fase baru pembangunan ekosistem logistik nasional yang semakin terintegrasi dengan jaringan perdagangan global.
“Patimban akan semakin siap menjadi Integrated Container and Automotive Gateway of Indonesia yang mendukung ketahanan rantai pasok nasional,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Yukki menilai kedatangan layanan kontainer reguler internasional MSC di Patimban bukan sekadar penambahan satu rute pelayaran, melainkan penanda terbentuknya ekosistem logistik baru yang akan menentukan daya saing Indonesia dalam perdagangan global.
“Keberhasilan layanan MSC diharapkan menjadi katalis bagi masuknya pelayaran internasional lainnya sehingga tercipta jaringan layanan yang semakin beragam menuju Asia, Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika,” kata Yukki yang juga Komisaris PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI) tersebut.
Terminal Peti Kemas Patimban yang saat ini seluas 10 hektar mampu melayani 250.000 TEUs per tahun, dengan PT Patimban Global Gateway Terminal (PGT) sebagai pengelola terminal peti kemas memperluas kapasitas hingga 1,65 juta TEUs per tahun.
Dalam pengembangan jangka panjang, kapasitas Patimban dirancang mencapai 7,5 juta TEUs untuk terminal peti kemas dan 600.000 unit kendaraan per tahun untuk terminal otomotif sehingga menjadikannya salah satu proyek pelabuhan terintegrasi terbesar di Indonesia.
Pelabuhan Patimban juga telah mengoperasikan terminal kendaraan sejak 2022 di lahan seluas 22,4 hektare dengan kapasitas 218.000 unit kendaraan bermotor utuh (CBU) per tahun, baik untuk kebutuhan ekspor maupun impor.
Sepanjang 2025, terminal ini menangani 204.774 unit kendaraan CBU, dengan mayoritas untuk tujuan ekspor, sementara 13.381 unit merupakan kendaraan impor dan 65.688 unit dikirim ke pasar domestik.
Hingga Juni 2026, Patimban telah menjadi pintu gerbang ekspor bagi 63.086 unit mobil dan impor 7.262 unit kendaraan, melampaui volume pengiriman domestik via Pelabuhan Belawan dan Batam yang tercatat 37.110 unit.
Editor : Dirgantara


