Ekonomi sepekan, merger BUMN logistik hingga penempatan manajer Kopdes
Jakarta (ANTARA) - Berbagai peristiwa bidang ekonomi terjadi selama sepekan (29 Juni-5 Juli 2026), mulai dari merger tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) logistik hingga penempatan 30 ribu manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang dijadwalkan dimulai pada awal Agustus 2026.
Berikut rangkuman berita ekonomi sepekan yang disusun LKBN ANTARA, Minggu.
Tujuh BUMN logistik resmi merger di bawah satu entitas
Sebanyak tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor logistik resmi tergabung dalam satu entitas melalui penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan Konsolidasi di Jakarta, Selasa.
Ketua Steering Committee PMO Konsolidasi BUMN Logistik Daud Joseph mengatakan, PT Multi Terminal Indonesia sebagai entitas bertahan (surviving entity) akan menjadi wadah bagi ketujuh perusahaan selama masa transisi.
Baca selengkapnya di sini.
ESDM nyatakan seluruh sektor siap terapkan Biodiesel 50
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan seluruh sektor siap menerapkan kebijakan wajib Biodiesel 50 atau B50, menjelang peresmian oleh Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan berlangsung bulan ini.
“Sudah, sudah siap. Seluruh sektor siap untuk implementasi B50 menjelang diresmikan oleh Presiden,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Rabu.
Baca selengkapnya di sini.
BPS proyeksikan produksi beras RI 25,28 juta ton hingga Agustus 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras untuk konsumsi masyarakat sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 25,28 juta ton, meningkat 0,01 juta ton atau 0,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan peningkatan produksi beras tersebut sejalan dengan naiknya produksi padi dan bertambahnya luas panen di berbagai daerah.
Baca selengkapnya di sini.
Purbaya sebut dana kelolaan PFII bisa biayai proyek Danantara
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, dana investasi yang dikelola melalui Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) bisa menjadi sumber pembiayaan bagi sejumlah proyek di dalam negeri, termasuk proyek Danantara.
Dana yang masuk ke PFII nantinya akan dikelola oleh pelaku pasar dan diinvestasikan ke berbagai proyek yang dinilai berpotensi menguntungkan secara bisnis, bukan penugasan pemerintah.
Baca selengkapnya di sini.
Menkop sebut 30 ribu manajer Kopdes mulai ditempatkan awal Agustus
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan sekitar 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih akan mulai ditempatkan di koperasi-koperasi di seluruh Indonesia mulai Agustus 2026, setelah menyelesaikan rangkaian pelatihan yang sedang berlangsung.
Ferry mengatakan penempatan dilakukan secara bertahap seiring rampungnya pembangunan fisik gudang, gerai, dan fasilitas pendukung Kopdes Merah Putih.
Baca selengkapnya di sini.
Editor : Eko


