BlackRock hingga Brookfield berkumpul dalam New Asia Forum di Bali


Jakarta (ANTARA) - Sejumlah institusi investasi global yaitu BlackRock, KKR, Brookfield, Oaktree, hingga Franklin Templeton, akan hadir dalam New Asia Forum perdana pada 3-4 Desember 2026 di Pulau Bali, Indonesia.

Danantara Indonesia selaku founding partner, melihat New Asia Forum sebagai platform untuk menjalankan mandat dalam memobilisasi modal jangka panjang, membangun kemitraan strategis global, serta memperluas kapasitas investasi guna mendukung transformasi ekonomi Indonesia.

Managing Director Global Relations & Communications Danantara, Pahala Nugraha Mansury dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, menekankan pentingnya melangkah lebih jauh dari sekadar minat investasi menuju keterlibatan institusional yang berkelanjutan dan kemitraan konkret.

“Kehadiran institusi investasi global terkemuka menunjukkan bahwa investor dunia semakin menaruh perhatian pada Asia. Namun, hal terpenting bukan sekadar menarik lebih banyak modal, melainkan membangun kemitraan yang tepat agar potensi besar Asia benar-benar bisa memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ujar Pahala.

 

Pahala menjelaskan, New Asia Forum mempertemukan investor global, pemerintah, dan pelaku industri untuk bertukar pandangan sekaligus membuka peluang kerja sama.

“Kami ingin pembicaraan yang dilaksanakan di forum ini bisa berlanjut menjadi kolaborasi dan investasi nyata. Bagi Danantara, ini adalah upaya dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra investasi global yang terpercaya dalam jangka panjang,” ujar Pahala.

Sejumlah pembicara yang telah melakukan konfirmasi kehadiran dari komunitas investasi global, antara lain Partner di Global Infrastructure Partners dan Head of Digital Infrastructure BlackRock, Will Brilliant.

Kemudian, Partner Co-Head of Asia Pacific sekaligus Head of Asia Pacific Infrastructure di KKR, David Luboff, serta Managing Partner dan Head of East Asia di Brookfield Real Estate Group, Andrew Burych.

Selanjutnya, Managing Director dan Co-Head of Asia Oaktree, Roger Zhang, serta Chief Investment Officer of Templeton Global Investments di Franklin Templeton, Manraj S. Sekhon.

Sementara itu, para pemimpin bisnis dan teknologi global yang hadir diantaranya dari Freeport-McMoRan, Jardine Matheson, AirAsia, Databricks, Archer Aviation, dan Honeywell juga akan hadir.

Selain dari kalangan investasi, New Asia Forum 2026 juga akan menghadirkan sejumlah pemimpin pemerintahan tingkat tinggi, termasuk Perdana Menteri Kerajaan Bhutan, Yang Mulia Tshering Tobgay serta mantan Kanselir Federal Austria, Sebastian Kurz.

Bertambahnya jajaran pembicara tersebut menyusul pengumuman awal mengenai ambisi New Asia Forum 2026 untuk memobilisasi investasi senilai 30 miliar dolar AS di kawasan New Asia, dengan Danantara Indonesia sebagai salah satu mitra pendiri.

 

Dirancang untuk lebih dari sekadar pertukaran gagasan, New Asia Forum 2026 akan menitikberatkan pada fasilitasi peluang investasi dan kemitraan yang dapat ditindaklanjuti.

Forum tersebut akan menghadirkan pertemuan terarah antara investor, private roundtable, serta kesempatan untuk menghubungkan modal internasional dengan proposal investasi pilihan.

Melalui pendekatan tersebut, New Asia Forum bertujuan membangun relasi dan mendorong diskusi agar berkembang menjadi hasil investasi nyata, bahkan setelah forum berakhir.

Diselenggarakan di bawah naungan Presiden Prabowo Subianto, New Asia Forum 2026 diperkirakan akan dihadiri lebih dari 1.000 peserta, termasuk pejabat tinggi pemerintah, investor global, institusi investasi negara, dan pemimpin bisnis, dalam lebih dari 40 sesi.

 

Adapun, pengumuman pembicara tambahan dan pembaruan program akan disampaikan menjelang penyelenggaraan forum pada Desember 2026 mendatang.

Sebagai informasi, Asia Pasifik saat ini menyumbang hampir 60 persen pertumbuhan ekonomi global. Namun, untuk terus mendorong pertumbuhan tersebut, kawasan ini masih membutuhkan investasi jangka panjang dalam jumlah besar.

Di tengah perubahan kondisi ekonomi dan geopolitik dunia, Asia menawarkan peluang diversifikasi, kemitraan baru, dan penciptaan nilai yang berkelanjutan.

Secara kolektif, institusi investasi global yang akan menghadiri NAF mengelola dana triliunan dolar AS di pasar publik maupun privat. Kehadiran mereka mempertemukan pemodal global, pembuat kebijakan, dan pemimpin bisnis untuk membangun kemitraan serta mendorong realisasi peluang investasi konkret di seluruh kawasan.


Editor : Eko Adi