Banjarmasin cukup tinggi tarik investor sektor perhotelan dan restoran


Banjarmasin (ANTARA) - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan Ari Yani menyampaikan, daerahnya cukup tinggi menarik investor berinvestasi di sektor perhotelan dan restoran tahun 2026.

Ari di Banjarmasin, Rabu, menyampaikan, sebagai kota perdagangan, jasa dan pariwisata, hingga bisnis perhotelan dan restoran cukup menjanjikan di Kota Banjarmasin.

"Data investasi masuk ke Banjarmasin pada triwulan pertama tahun 2026, sektor perhotelan dan restoran berada diperingkat ke-7 terbesar," ujarnya.

Diungkapkan dia, sektor perhotelan dan restoran menarik investasi pada triwulan pertama sebesar Rp13 miliar lebih.

Menurut Ari Yani, meskipun hotel dan restoran menjamur di Kota Banjarmasin, namun tidak membuat investasi tidak menarik lagi.

"Apalagi untuk sektor restoran atau rumah makan, terus bertambah," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Kota Banjarmasin merupakan kota tua dan termaju yang dulunya sebagai ibukota provinsi, dengan ikon wisata sungai Martapura dan juga memiliki beberapa wisata religi, makan dan masjid Sultan Pertama Banjar, makan ulama-ulama karismatik yang tinggi menarik peziarah serta adanya masjid Jami yang bersejarah.

"Hingga banyak kunjungan ke Kota Banjarmasin, tentunya berimbas positif bagi usaha perhotelan dan restoran atau rumah makan," ujarnya.

Namun yang tertinggi investasi masuk di Kota Banjarmasin masih pada sektor transportasi dan pergudangan serta telekomunikasi yang hingga triwulan 1 tahun 2026 mencapai Rp532 miliar lebih.

Menurut Ari Yani, target investasi di Kota Banjarmasin untuk tahun 2026 ini yang ditetapkan provinsi sebesar Rp1,2 triliun.

"Sekarang posisi investasi yang masuk di kota kita sudah mencapai Rp864 miliar," ujarnya.

Ari Yani optimis target investasi di Kota Banjarmasin akan melebihi target hingga akhir 2026, karena iklim ekonomi daerah yang membaik.


Editor : Dirgantara