Analis sebut pergantian Deputi Gubernur BI tak ganggu pasar saham
Jakarta (ANTARA) - Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta menilai pergantian jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) tidak akan mengganggu stabilitas pasar saham Indonesia.
Meskipun dilakukan pergantian, ia meyakini BI tetap akan menjalankan fungsinya sebagai bank sentral secara independen dalam menjaga stabilitas moneter di tanah air.
"Tidak terlalu signifikan ya (dampaknya), kalau hemat saya BI tetap menjalankan fungsi kelembagaan secara independen, di dalam rangka untuk menerapkan kebijakan stabilitas moneter di tanah air," ujar Nafan saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.
Nafan menjelaskan saat ini IHSG masih berada dalam tren penguatan namun sudah berada di zona jenuh beli, sehingga perlunya mewaspadai aksi profit taking (ambil untung) para pelaku pasar.
"Secara teknikal, IHSG masih terlihat uptrend. Akan tetapi, RSI sudah berada di zona overbought, sehingga perlu mewaspadai adanya potensi aksi profit taking,” ujar Nafan.
BI telah mengonfirmasi bahwa Juda Agung telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur BI kepada Presiden RI terhitung sejak 13 Januari 2026.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah telah mengirimkan surat presiden (Surpres) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk memulai tahapan uji kelayakan dan kepatuhan atau fit and proper test, dengan usulan tiga nama calon Deputi Gubernur BI yaitu Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solihin M Juhro.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai adanya wacana pertukaran jabatan antara wakil menteri keuangan dengan Deputi Gubernur BI tidak akan mengganggu independensi bank sentral.
Belakangan, beredar kabar bahwa Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono akan beralih posisi menjadi Deputi Gubernur BI. Sedangkan, Deputi Gubernur BI Juda Agung mengisi jabatan Wamenkeu yang ditinggalkan Thomas.
"Itu exchange (pertukaran) yang saya pikir seimbang. Nggak ada yang aneh. Independensi (BI) nggak ada hubungannya," ujar Purbaya.
Data penutupan perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa ini, IHSG tercatat menguat 21,54 poin atau 0,24 persen ke posisi 9.155,41.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.336.785 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 46,61 miliar lembar saham senilai Rp16,07 triliun.
Editor : Eko


