Search:
Friday, Aug-14 2020 08:02 WIB
  • AGRI 1,197.150 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 762.930 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 475.430 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 5,239.250 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 1,931.630 0.000 (0.000%)
  • DBX 942.590 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,164.350 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 144.070 0.000 (0.000%)
  • IDX30 452.110 0.000 (0.000%)
  • IDX80 117.490 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 304.580 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 122.870 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 403.690 0.000 (0.000%)
  • IDXQ30 132.110 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 215.130 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 255.560 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 109.860 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 865.730 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 889.470 0.000 (0.000%)
  • Investor33 393.050 0.000 (0.000%)
  • ISSI 152.240 0.000 (0.000%)
  • JII 564.940 0.000 (0.000%)
  • JII70 190.100 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,059.800 0.000 (0.000%)
  • LQ45 825.800 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,258.310 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,459.880 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,397.830 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 953.200 0.000 (0.000%)
  • MNC36 298.180 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 269.460 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 295.860 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 256.040 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 333.770 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 5,239.250 0.000 (0.000%)
  • TRADE 633.770 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
Bahana: Stimulus Fiskal RI Lebih Kecil dari Malaysia dan Singapura
Published: 25 Jun 2020 16:29 WIB


IMQ, Jakarta —  Ekonom Bahana Sekuritas Raden Rami Ramdana menyatakan, stimulus fiskal yang digelontorkan oleh pemerintah Indonesia relatif lebih kecil dibandingkan Malaysia dan Singapura.

“Karena postur fiskal kita tidak sekuat negara-negara tersebut,” tutur Rami pada acara Market Outlook 2020 di Tengah Pandemi Covid-19 secara virtual, Kamis (25/6).

Ia memaparkan, stimulus fiskal yang diberikan oleh pemerintah mencapai US$34 miliar atau 3,6% dari produk domestik bruto (PDB). Sementara, pemerintah Singapura dan Malaysia masing-masing mencapai US$36 miliar dan US$56 miliar.

Menyoal pendapat beberapa pengamat soal penempatan dana pemerintah pada bank Himbara mencapai Rp30 triliun bakal menimbulkan moral hazard, ia menegaskan, kondisi saat ini di tengah pandemi Covid-19 berbeda dengan 1998 silam.

“Ada anggapan tersebut karena tidak terlepas dari sejarah di mana stimulus yang diberikan pada 1998 ada moral hazard. Namun, penempatan dana kali ini terkoneksi satu dengan yang lainnya,” tegasnya.

Ia berpendapat bahwa penempatan dana tersebut adalah positif karena bagian dari penanganan dan pencegahan agar dampak pandemi tidak merembet ke sektor lainnya. Oleh sebab itu, langkah ini sebagai antisipasi dari pemerintah.

Ditambahkannya, kepercayaan investor mulai membaik terlihat arus modal asing kembali masuk ke negara berkembang dan volatilitas menurun di banding Maret 2020. Hal tersebut mengindikasikan ada optimisme ke depan.
Author: Susan Silaban
-
POPULAR NEWS