Search:
Thursday, Dec-12 2019 08:23 WIB
  • AGRI 1,418.150 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 970.190 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 543.740 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 6,180.100 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 2,039.210 0.000 (0.000%)
  • DBX 1,106.870 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,304.340 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 174.900 0.000 (0.000%)
  • IDX30 539.740 0.000 (0.000%)
  • IDX80 139.990 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 383.110 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 141.800 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 487.450 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 258.410 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 313.880 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 139.420 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 990.630 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 1,122.530 0.000 (0.000%)
  • Investor33 457.370 0.000 (0.000%)
  • ISSI 186.060 0.000 (0.000%)
  • JII 688.890 0.000 (0.000%)
  • JII70 231.480 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,249.100 0.000 (0.000%)
  • LQ45 990.120 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,442.460 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,723.580 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,503.660 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,173.450 0.000 (0.000%)
  • MNC36 343.070 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 334.650 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 516.200 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 319.790 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 389.040 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 6,180.100 0.000 (0.000%)
  • TRADE 771.670 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
PPA Bakal Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun 2020
Published: 14 Nov 2019 15:48 WIB


IMQ, Bandung —  PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp1 triliun pada 2020.

“Dengan rating A, kami akan terbitkan obligasi sekitar Rp1 triliun,” kata Direktur Utama Iman Rahman pada acara media gathering, Kamis (14/11).

Ia melanjutkan, penerbitan surat utang ini akan ditawarkan dengan tenor 3, 5, 7, atau 10. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan pendanaan jangka panjang perusahaan.

Pada awal November ini, PPA telah menerbitkan medium term notes (MTN) senilai Rp750 miliar. MTN ini ditawarkan dengan dua seri, yakni seri A senilai Rp300 miliar dengan tenor 2 tahun dan kupon sekitar 9,5-10,25%, serta seri B Rp450 miliar berkupon 9,25-10,5% dan tenor 3 tahun.

“Saat ini, kami juga tengah proses penerbitan surat berharga komersial (SBL) yang rencananya terbit pada Desember ini sekitar Rp100 miliar dengan jangka waktu 1 tahun,” tambahnya.

Menurut dia, penerbitan SBK saat ini masih dalam proses di Bank Indonesia. Jika perseroan sudah menerima lampu hijau tersebut, maka penerbitan SBK diharapkan dapat dilakukan pada awal Desember 2019.

“Kami menghimpun dana dengan menerbitkan MTN dan SBK karena sebagian besar pendanaan kami saat ini bersumber dari perbankan dengan jangja waktu pensek dan tingkat bunga relatif tinggi, sehingga perlu funding mix denvan cost of fund yang lebih rendah,” tegasnya.

Hingga periode yang berakhir September 2019, perseroan telah membukukan pendapatan usaha mencapai Rp3,838 triliun atau naik sekitar 4% yoy dari Rp3,648 triliun, namun laba bersih turun 25% menjadi Rp192 miliar. Sementara, capaian ebitda dibukukan tumbuh 14% atau menjadi Rp589 miliar.

Direktur Keuangan Muhammad Irwan menambahkan, rendahnya capaian laba bersih disebabkan beberapa proyek anak usaha, PT Nindya Karya terhambat.

“Kita berharap laba bersih konsolidasi membaik hingga akhir tahun ini,” ujar Irwan.
Author: Susan Silaban
-
POPULAR NEWS